Senin, 18 Oktober 2010

FIQIH PEMULA

Fiqih Level -1
﴿ مقرر الفقه - المستوى الأول﴾







Disusun Oleh : Divisi Dakwah Kantor Dakwah Rabwah
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad








2010 - 1431








﴿ مقرر الفقه - المستوى الأول﴾
« باللغة الإندونيسية »



إعداد: قسم الدعوة بمكتب الدعوة وتوعية الجاليات بالربوة
مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو










2010 - 1431









Keutamaan Ilmu

 يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ  سورة المجادلة : 11
Allah mengangkat orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat (Al Mujadilah:11)

 وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا  سورة طـه :114
Dan katakanlah: Ya Rabku tambahkanlah kepadaku ilmu (Toha:114)

[ عن أبي هريرة  قال : قال رسول الله  : من سلك طريقاً يَلْتَمسُ فِيهِ علماً سهلَ الله لهُ بهِ طريقاً إلى الجنَّةِ ] رواه مسلم

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya berkata: Bersabda Rasulullah : barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju jannah (HR Muslim)


















Definisi Fikih

الفقه لغة : الفهم العميق .
Secara bahasa: pemahaman yang dalam
اصطلاحاً : العلم بالأحكام الشرعية العملية من أدلتها التفصيلية .
Secara istilah: ilmu tantang hukum-hukum perbuatan menurut syari’at berdasarkan dalil-dalilnya terperinci

Cakupan Fiqih
Fikih mencakup;
-Hubungan seorang muslim dengan Robnya : (hukum-hukum ibadah)
-Hubungan seorang muslim dengan masyarakatnya : (hukum-hukum muamalah)
Berdasarkan pengertian ini jelaslah bahwa fikih merupakan manajemen ruh dan social sekaligus. Sebab syariat Islam datang sebagai pengatur perkara-perkara agama dan dunia. Namun demikian haruslah dibedakan antara fikih dengan syariat. Karena syariat merupakan nash-nash wahyu dari Al-Qur’an dan As -Sunnah. Oleh karenanya ia merupakan nash-nash yang disucikan (sakral) dan terjaga. Adapun fikih adalah pekerjaan para ahli fikih (fuqoha) dalam memahami syariat dan menerapkan nash-nashnya dimana pemahaman seorang ahli fikih bisa berbeda dengan ahli fikih yang lain. Dari sini terkadang muncul perbedaan fikih antara para ulama fikih apalagi dalam cabang-cabang agama.


Sumber-sumber tasyri’
1. Al-Qur’an Al-Karim
2. Sunnah Nabi
3. Ijma’ (Consensus ulama’)
4. Qiyas

Awal mula munculnya ijtihad.

Telah terjadi beberapa peristiwa sedangkan nash-nash Al Qur’an dan sunnah mendiamkannya dan tidak didapati tentangnya suatu ijma’ (kesepakatan ulama) maka saat itu harus ada sebuah ijtihad dalam rangka menyimpulkan hukum. Hal seperti ini pernah terjadi pada masa kehidupan Rasul  saat beliau memerintahkan para sahabatnya usai perang Khondak dengan sabdanya: janganlah salah seorang kalian menjalankan sholat asar melainkan di kampung bani Quraidhoh (Bukhori Muslim)
Ditengah jalan tiba waktu Asar maka para sahabat saling berselisih pendapat. Sebagian mereka menghendaki berhenti untuk menunaikan sholat karena khawatir waktunya sempit. Sebab mereka memahami dari hadits anjuran untuk bersegera dan tidak boleh mengakhirkan waktu. Sedangkan sahabat lain berpendapat untuk meneruskan perjalanan tanpa berhenti, dalam rangka melaksanakan nash hadits. Ketika mereka kembali dan Rasul  mengetahui perbedaan pendapat diantara mereka beliau tidak menyatakan kepada salah satu diantara kedua pihak bahwa ia salah.
Sebagaimana kami telah sebutkan bahwa diantara faktor munculnya ijtihad adalah diamnya nash apalagi dalam cabang-cabang hukum , dan ini merupakan rahmat Allah terhadap hamba-Nya, sebagaimana perbedaan dalam memahami nash-nash merupakan sebab juga dalam perbedaan ijtihad, demikian pula perbedaan dalam masalah tingkat penetapan sebuah hadits Nabawi, yang shahih, baik (hasan), yang lemah (dhaif). Tidak diragukan lagi bahwa sebab-sebab ini menunjukkan atas kefleksibelan dan keluasan syari’at.

Pertumbuhan Aliran-aliran Pemikiran fiqih.

Pada masa Rasul  masih hidup tidak terdapat perselisihan ijtihad-ijtihad para sahabat, hal itu disebabkan oleh keberadaan Rasul  disisi mereka, dan Beliau merupakan sumber yang membenarkan dan menjelaskan bagi mereka,
Adapun setelah beliau  wafat, para sahabat telah berpindah pada yang lain yaitu ijtihad dalam soal-soal dan permasalahan yang baru, sementara setelah itu para sahabat telah tersebar ke berbagai wilayah, yang menyebabkan bermacam-macamnya ijtihad mereka, demikian juga murid-murid mereka yang telah mengambil ilmu dari mereka, demikian sampai munculnya madzhab-madzhab fiqih empat yang telah dikenal, dan madzhab tersebut menurut susunan sejarah sebagai berikut :
1. Madzhab Hanafi, dinisbatkan pada Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit yang hidup antara tahun 80-150 H.
2. Madzhab Maliki. Dinisbatkan pada Imam Malik bin Anas, yang hidup antara tahun 93-170 H.
3. Madzhab Syafi’ie, dinisbatkan pada Imam Muhammad bin Idris yang hidup antara tahun 150-204 H.
4. Madzhab Hanbali. Dinisbatkan pada Imam Ahmad bin Hanbal, yang hidup antara tahun 164-241 H.
Dan para Imam tersebut teman dan murid satu sama yang lain.
Catatan : Hal yang patut disebutkan disini adalah tidak diwajibkan bagi seorang Muslim untuk mengikuti salah satu madzhab tertentu dan tidak keluar dari madzhab tersebut, namun hendaklah dia menanyakan pada orang yang dipercaya kualitas keilmuannya dan agamanya dari golongan para ulama’ tanpa harus memandang kepada madzhabnya.



RUKUN-RUKUN ISLAM.
Definisi Islam adalah : berserah diri pada Allah, Sesembahan (Ilah) yang haq, yang berhaq untuk diibadahi dan tunduk padanya dengan taat pada-Nya.

Rukun Islam yang Lima.
1. Persaksian (Syahadat) bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.
2. Mendirikan sholat.
3. Membayar Zakat.
4. Puasa dibulan Ramadhan
5. Haji ke Baitullah Al-Haram.








Rukun yang pertama. ( Syahadatain ).

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Allah  Berfirman : “ Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku “. (Adz-Dzariyat 56.)

Firmannya pula :
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“ Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Robb semesta alam “. (Al-An’am 162)

Definisi Ibadah adalah : Segala sesuatu yang yang disukai dan diridhoi oleh Allah baik berupa perbuatan, dan ucapan yang nampak dan yang tersembunyi.

Syahadat.
Syahadat adalah mengucapkan:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً رسول الله.
“ Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.

Rukun kedua : Shalat.
Rukun ini akan dijelaskan kemudian

Rukun Ketiga : Menunaikan Zakat.
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Allah Ta’ala berfirman: Dan tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Rasul supaya kalian mendapat rahmat (An Nur:56)
Definisi Zakat:
Definisi zakat: shodaqah wajib pada harta dengan syarat-syarat tertentu, diperuntukkan kepada kelompok tertentu, dan pada waktu tertentu.
Faedah Zakat.
1. Zakat merupakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum segala sesuatu
2. Zakat membantu kaum fakir dan miskin
3. Zakat mensucikan manusia dari sifat bakhil dan mengajarkannya sifat derma
Harta Yang Wajib Dizakati.
1. Emas dan perak (uang tunai)
2. Barang-barang niaga
3. Hewan ternak
4. Biji-bijian dan buah-buahan
 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ 
Allah Ta’ala berfirman : Sesungguhnya sedekah itu hanyalah diperuntukkan bagi kaum fakir, miskin, para pekerja zakat (amil), orang-orang yang dilunakkan hatinya (untuk masuk Islam atau supaya mengganggu Islam), budak, orang-orang yang dililit utang, serta Ibnu sabil sebagai kewajiban/ketentuan dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (At-Taubah:60)


Rukun Keempat : Puasa Bulan Romadhon.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Allah Ta’ala berfirman: Wahai orang-orang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertakwa. (Al Baqoroh:183)
Defenisi Puasa.
Puasa adalah ibadah kepada Allah dengan menahan makan, minum serta segala hal yang membatalkan puasa semenjak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Keutamaan Puasa.
[ عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول لله صلى لله عليه وسلم : قال الله عزّ وجلّ : كُلُّ عَمَل ابنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامُ فَإِنَّهُ ليِ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ صَوْمُ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امرُؤٌ صَائِمٌ والذِي نَفْسُ مُحَمّدٍ بِيَدِهِ لَخَلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ رِيْحِ المِسْكِ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ ] رواه البخاري ومسلم .
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhoinya- berkata: Bersabda Rasulullah: Allah Azza wa Jalla berfirman: semua amal anak Adam adalah buat dirinya kecuali puasa maka ia untuk-Ku dan Akulah yang akan mengganjarnya. Puasa adalah perisai maka jika pada hari salah seorang kalian puasa janganlah ia berkata buruk pada waktu itu dan jangan pula berteriak. Jika seseorang mencelanya atau menyerangnya maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang puasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang puasa lebih harum disisi Allah pada hari kiamat daripada wewangian minyak misk. Bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang dia rasakan, apabila berbuka maka ia gembira karena bukanya dan apabila berjumpa dengan Robbnya ia gembira dengan puasanya (HR Bukhari Muslim).

Faedah-Faedah Puasa.
1. Puasa merupakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum segela sesuatu
2. Puasa melatih orang beriman untuk bertaqwa (merasa diawasi Allah dan takut kepada-Nya dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya)
3. Puasa mengajarkan kesabaran dan keikhlasan.

Hal-hal yang membatalkan Puasa.
1. Makan, minum atau merokok
2. hal-hal yang menyerupai makan atau minum
3. Muntah dengan disengaja
4. Mengeluarkan darah dalam volume besar
5. haidh dan Nifas
6. Sengaja mengeluarkan air mani
7. Jima’ (bersetubuh)

Zakat Fitrah
1. Satu sha’ (empat ciduk tangan) dari makanan pokok negeri setempat (gandum, beras, dsb)
2. Zakat fitrah dikeluarkan setiap muslim yang kecil maupun dewasa untuk kaum fakir iskin
3. Zakat fitrah dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum sholat Ied.


Rukun Kelima : Haji ke Baitullah Al -Haram.
وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ 
Allah Ta’ala berfirman: Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta (Ali Imron:97)

Tujuan Dibalik Haji.
[عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسم : إنما جعل الطواف بالبيت وبين الصفا والمروة ورمي الجمار لإقامة ذكر الله ] رواه أبو داود والترمذي .
Dari Aisyah semoga Allah meridhoinya berkata: bersabda Rasulullah : Sesungguhnya thowaf di Bait (Ka’bah), (Sai) antara shofa dan Marwa serta melempar jumroh ditunaikan hanyalah untuk dzikir kepada Allah (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Keutamaan Haji.
[ عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله  : من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه ] رواه البخاري ومسلم.
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya berkata: Rasulullah  bersabda : barangsiapa menunaikan haji sedang ia tidak berkata-kata jorok dan tidak mengerjakan perbuatan fasik maka ia kembali seperti hari ketika ia dilahirkan ibunya (HR Bukhari dan Muslim)
[ عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله  : العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلى الجنة ] رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya berkata: Bersabda Rasulullah : Umrah ke Umrah merupakan kafarat (penghapus) dosa antara keduanya sedang haji mabrur tidak ada balasannya kecuali jannah (HR Bukhari dan Muslim)
Faedah haji.
1. haii merupakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum segala hal.
2. Menampakkan Islam itu mendunia
3. Mengingatkan hari kiamat.

Rukun kedua (Mendirikan Shalat).
Allah swt Berfirman melalui Ucapan Nabi-Nya Ibrahim  :
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
“ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat “. Ibrahim 40.
Dan Allah berfirman pada Nabinya Musa :
 وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“ Dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku “. Thaha 14
Dan Allah Berfirman melalui ucapan Nabi-Nya Isa as:
 وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
“ Dan Dia memerintahkan padaku untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup “. Maryam 31
Dan Allah memerintahkan pada Nabinya Muhammad saw dengan berfirman :
 اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ 
“ Bacalah apa yang apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat “. AL-Ankabut 45.
Kemudian Allah memrintahkan pada seluruh kaum Muslimin dengan firman-Nya :
إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“ Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman “. An-Nisa’ 103

Pentingnya Shalat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“ Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar “. Al-Ankabut 45.
Allah Swt Berfirman :
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ . أُوْلَئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ
“ Dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah berada di sorga –sorga lagi dimuliakan “. Al-Maa’rij 34-35
]عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : فرضت على رسول الله  ليلة أسري به الصلاة خمسين ثن نقصت حتى جعلت خمساً ثم نودي : يا محمد : لا يبدل القول لدي ، وإن لك بهذه الخمس خمسين[ رواه أحمد والترمذي.
Dari Anas bin Malik , ia berkata : “ Diwajibkan shalat itu atas Rasulullah saat Beliau Isro’ itu lima puluh kali, kemudian dikurangi sampai dijadikan lima kali, kemudian Beliau dipanggil “ Ya Muhammad tidak dirubahlah Firman itu disisi-Ku, sesungguhnya bagi kamu shalat yang lima kali ini senilai lima puluh kali “ HR, Ahmad dan Tirmidzi.
[ عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله  : أرأيتم لو أن نهراً بباب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرّات هل يبقى من درنه شيء، قالوا لا يبقى من درنه شيء، قال: فذلك مثل الصلوات الخمس يمحو الله بهن الخطايا] رواه البخاري ومسلم .
Dari Abu Hurairah ra, berkata : Rasululah saw bersabda : “ Apa pendapat kalian, jika ada sungai di depan pintu salah seorang dari kalian dan ia mandi disungai itu sehari lima kali, apakah tersisa sesuatu kotoran dari dirinya?, mereka menjawab “ Tidak tersisa sedikit kotoranpun”, Beliau Bersabda : “ Demikianlah perumpamaan Shalat lima waktu itu, Allah telah menghapus dengan shalat itu kesalahan-kesalahan “. HR Imam Bukhary dan Muslim.
[عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله  : إن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله صلاته، فإن صلحت فقد أفلح وأنجح وإن فسدت فقد خاب وخسر ] رواه أحمد والترمذي.
Dari Abu Hurairah ra berkata : “ Rasulullah  bersabda : “ Sesungguhnya mula-mula amalan yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya, jika baik sungguh beruntung dan dan selamat dan jika rusak sunguh ia telah menyesal dan rugi “. HR Ahmad dan Tirmidzi
[ عن بريدة رضي الله عنه قال : قال رسول الله  : العهد بيننا وبينكم الصلاة فمن تركها فقد كفر] رواه أحمد وأصحاب السنن.
Dari Buraidah , berkata “ Rasulullah  bersabda : “ Janji yang membatasi antara kami dan mereka (Kafir) adalah shalat, maka barang siapa yang meninggalkannya sungguh ia telah kufur “. HR Ahmad dan penulis kitab Sunan.

Bersuci ( Thaharah )

1. Thaharah atau bersuci secara maknawi (batin) berarti : Membersihkan hati dari kekufuran dan nifaq dan dari kebencian kepada saudaranya Muslim.
2. Thaharah secara Hissy (lahir) adalah : Membersihkan sesuatu yang dapat membatalkan thaharah lahiriyah, seperti kencing, bersetubuh dan lainnya.
Atau menghilangkan kotoran-kotoran seperti kencing dan buang air besar

Wudhu’
Alloh Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ 
Hai orang-orang yang beriman jika kalian berdiri( bangun tidur) untuk sholat basuhlah oleh kalian muka-muka kalian dan kedua tangan kalian sampai siku-siku dan usaplah kepala kalian (dengan air) dan basuhlah kaki sampai mata kaki ( QS Al-Maidah ayat : 6)

Keutamaan Wudhu’
[عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه، خرج من وجهه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء ، فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء، حتى يخرج نقياً من الذنوب] رواه مسلم
Dari abu Hurairah semoga Allah meridhoinya berkata: Bersabda Rasulullah saw: Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu lalu membasuh mukanya, maka keluarlah dari wajahnya seluruh kesalahannya yang pernah ia pandang dengan kedua matanya bersama air atau tetesan air terakhir. Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya seluruh kesalahan yang pernah diperbuat tangannya bersama air atau tetesan air terakhir. Apabila ia membasuh kedua kakinya maka keluarlah seluruh kesalahan yang pernah dijalaninya bersama air atau tetesan air terakhir sampai ia keluar dalam kondisi bersih dari dosa-dosa (HR Muslim)
[عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال : قال رسول الله  : مفتاح الصلاة طهور ] رواه أبو داود والترمذي
Dari Ali bin Abi Tholib  berkata: bersabda Rasulullah saw: Kunci sholat adalah suci (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Syarat-syarat Wudhu
1. Niat (bermaksud akan bersuci)
2. Menggunakan air suci
Air suci : air hujan, laut, sumur
Air tidak suci : air yang bercampur najis (materi yang tidak suci), berubahnya rasa air, warna atau baunya seperti air comberan.
3. Menghilangkan sesuatu yang menutupi kulit atau menghalangi air sampai ke anggota pada saat berwudhu.

Sifat Wudhu :
Kewajiban Wudhu
1. Membasuh seluruh muka (ditambah berkumur dan menghirup air ke hidung)
2. Membasuh kedua tangan sampai siku
3. Mengusap kepala dan kedua telinga
4. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
5. Urut dan bersambung.

Sunnah-sunnah Wudhu
1. Membaca: Bismillah
2. Membasuh kedua tangan tiga kali (wajib selepas bangun tidur) serta menyela-nyela jari-jari
3. Berkumur dan menghirup air ke hidung tiga kali
4. Membasuh muka tiga kali
5. Menyela-nyela jenggot
6. membasuh tangan kanan hingga siku kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali
7. Mengusap kepala bagian depan dan belakang
8. Membasuh kaki kanan hingga mata kaki kemudian kaki kiri tiga kali
9. Berdoa usai wudhu supaya menghimpun antara suci lahir dan batin.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah semata tanpa sekutu dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya
Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci

Pembatal Wudhu (Hadats Kecil)
1-Kencing, buang air besar atau kentut
2-Tidur pulas atau hilang kesadaran
3-Menyentuh kemaluan tanpa penghalang (disertai syahwat)
4-Makan daging unta

Mengusap alas kaki
[عن المغيرة بن شعبة رضي الله عنه قال : كنت مع النبي  : وهو يتوضأ فأهويت لأنزع خفيه، فقال : دعهما فإني أدخلتهما طاهرتين، فمسح عليهما ] رواه البخاري ومسلم .
Dari Mughiroh bin Syu’bah  berkata: “Aku pernah beserta Nabi  sedang beliau tengah wudhu maka aku bermaksud menanggalkan kedua terompah beliau, lalu beliau bersabda: Biarkan keduanya karena sesungguhnya aku memakainya dalam keadaan suci. Maka beliau mengusap keduanya” (HR Bukhari dan Muslim)

Syarat Mengusap
1. Dalam kondisi suci ketika memakainya
2. Keduaanya bersih dari najis
3. Wajib mengusap tidak melebihi waktu yang telah ditentukan
Bagi orang yang tidak bersafar : sehari semalam (24 jam)
Bagi musafir : Tiga hari tiga malam (72)
Perhatian: waktu dimulai pada saat pertama kali mengusap setelah batal
4. Menutup tempat (anggota) yang wajib dibasuh
5. Kedua alas/terompah halal
Sifat Mengusap
1. Kedua tangan dibasahi
2. Melewatkan tangan pada bagian luar atas tapak kaki (dari ujung jari hingga permulaan betis)
3. Kaki kanan diusap dengan tangan kanan sedang kaki kiri dengan tangan kiri

Pembatal Usapan
1. Menanggalkan kedua alas/ kaos kaki
2. Hal-hal yang membatalkan wudhu
3. Habisnya waktu (masa mengusap)


Mandi
قال الله تعالى : ( وإن كُنْتُم جنباً فاطهرُوا)
Allah Ta’ala berfirman: “Dan jika kamu junub maka mandilah (Al Maidah:6)

Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi
1. Keluarnya air mani (karena mimpi, memeluk atau mencium istri)
2. Bersetubuh (sekalipun tidak sampai keluar mani)
3. Terputusnya haid (bagi wanita)
4. Terputusnya nifas (bagi wanita)
5. Jika seorang kafir masuk Islam
6. Jika seorang muslim meninggal

Sifat Mandi
Kewajiban Mandi
1. Niat (hendak bersuci)
2. Membasuh seluruh badan (ditambah berkumur dan menghirup air ke hidung
3. Menyela-nyela rambut

Sunnah-sunah mandi
1. Membaca : Bismillah
2. Membasuh kedua telapak kanan tiga kali
3. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri serta menghilangkan kotoran.
4. Wudhu.
5. Membasuh rambut tiga kali.
6. Membasuh seluruh badan dimulai separoh kanan kemudian kiri.

Amalan-Amalan Yang Diwajibkan Bersuci
- Bersuci dari hadats Kecil
1. Sholat
2. Thowaf di Ka’bah
3. Menyentuh mushaf

- Bersuci dari Hadats Besar
1. Semua hal yang mewajibkan bersuci karena hadats kecil
2. Membaca Al-Qur’an diluar kepala
3. Duduk di Masjid

Syarat-Syarat Sholat
1. Islam
2. Berakal
3. Baligh (dewasa)
4. Masuk waktu

Fardlu Bilangan Rokaat Waktu Sholat
Fajar 2 rokaat dari terbit fajar hingga sebelum terbit matahari
Dhuhur 4 rokaat setelah matahari tergelincir hingga waktu asar (ketika bayang-bayang sesuatu sama panjang)
Asar 4 rokaat dari waktu asar hingga terbenamnya matahari
Maghrib 3 rokaat dari setelah terbenamnya matahri hingga hilangnya garis-garis merah
Isya’ 4 rokaat setelah maghrib hingga pertengahan malam

5. Menutup aurat
Laki-laki: dari pusar hingga lutut
Wanita : seluruh badan selain muka dan kedua tapak tangan selama sholat
6. Bersuci
Dari hadats kecil (yang mewajibkan wudhu)
Dari hadats besar (yang mewajibkan mandi)
7. Menghilangkan najis
-dari badan
-dari pakaian
-dari tempat sholat
8. Menghadap kiblat
9. Niat (Hendak menunaikan sholat tersebut)

Sifat Sholat

[ عن مالك بن الحويرث رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : صلوا كما رأيتموني أصلي ]
Dari Malik bin Al Huwairits semoga Allah meridhoinya berkata: Bersabda Rasulullah  : “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.

1. Berdiri
2. Takbiratul ikhrom
-Anda mengangkat kedua tangan sepadan kedua daun telinga atau pundak seraya berucap: Allahu Akbar
-Tangan kanan diletakkan diatas tangan kiri
-Kemudian anda membaca doa istiftah:
سُبْحاًنكَ اللهمَّ وَبِحَمْدِكَ وتبَاركَ اسمُكَ وتَعَالىَ جَدُّك ولاَ إلأهَ غيركَ

artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi kemulian-Mu, tiada Ilah yang berhak disemebah melainkan Engkau.
-Pandangan tertuju ke tempat sujud
3. Membaca surat Al Fatihah
-Pertama anda membaca:
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم .
artinya: Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk
-Kemudian anda membaca:
بسم الله الرحمن الرحيم
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
-Kemudian anda membaca surat al-Fatihah dan setelah usai anda mengucapkan: Aamiin (Ya Allah kabulkanlah)
-Kemudian anda bisa membaca surat lain atau beberapa ayat setelah Al-Fatihah
4. Ruku’
- Anda angkat kedua tangan sepadan dengan kedua daun telinga atau pundak seraya mengucapkan: Allahu Akbar
- Kemudian ketika ruku’ anda membaca:
- سبحان ربي العظيم
Artinya: Maha suci Robku yang Maha Agung ) Tiga kali)


5. Berdiri dari rukuk
-Ketika berdiri dari ruku’ anda angkat kedua tangan sepadan daun telinga atau pundak seraya mengucapkan (tiga kali):
سمع الله لمن حمده
artinya: Allah mendengar siapa yang memuji-Nya
bacaan diatas untuk Imam dan yang sholat sendiri.
Kemudian membaca :
ربنا لك الحمدُ
Untuk semua ( Imam maupun ma’mum atau sendiri)
6. Sujud
-Ketika hendak berangkat sujud anda mengucapkan: Allahu Akbar
-Kemudian anda membaca dalam sujud tiga kali :
سبحان ربي الأعلى
artinya: Maha suci Robku yang maha tinggi (tiga kali)
-Sujud diatas tujuh anggota: Kening, hidung, kedua (telapak) tangan, kedua lutut serta jemari kedua tapak kaki
7. Duduk diantara dua sujud
-Ketika bangun dari sujud anda ucapkan: Allahu Akbar
-Kemudian saat duduk anda membaca tiga kali :
ربي اغفرلي
artinya: Ya Robku ampunilah aku (tiga kali)
8. Sujud (kedua)
-Ketika sujud anda ucapkan : Allahu Akbar
-Kemudian anda membaca pada sujud :
ربي اغفرلي
artinya: Ya Robku ampunilah aku (tiga kali)
9. Berdiri (kedua)
-Ketika berdiri anda ucapkan : Allahu Akbar
-Perhatian: Semua perbuatan tadi disebut satu rokaat
10. Tasyahud pertama
-Saat duduk pada rakaat kedua anda membaca:
التَحيَّات للهِ والصلواتُ والطيباتُ السلام عليكَ أيها النبيّث ورحمة اللهِ وبركاتهُ السلاَمُ عليناَ وعلىَ عبادِ الله الصالحينَ، أشهد أنلاَ إلهَ إلا اللهُ وأشهدُ أنَّ محمداً عبدهُ ورسولهُ
Penghormatan, sholawat dan kebaikan hanyalah milik Allah. Kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah semoga terlimpahkan kepada engkau wahai Nabi, Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah secara hak melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya
11. Tasyahud akhir.
-Ketika duduk pada rakaat terakhir dan usai anda membaca doa tasyahud pertama anda membaca:
اللهمَّ صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ كماَ صليتَ على آل إبراهيمَ وعلى آل إبراهيمَ إنكَ حميدٌ مجيدٌ وبارك على محمدٍّ وعلى آل محمدٍ كما باركتَ على آل إبراهيمَ وعلى آل إبراهيمَ إنك حميدُ مجيدٌ.
Ya Allah limpahkanlah sholawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau limpahkan sholawat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi maha Mulia. Limpahkanlah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau berkahi atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
-Kemudian setelah tasyahud akhir anda membaca doa berikut:
اللهمّ إني أعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الَمحْيَا وَالَممَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الَمسِيْحِ الدَّجَالِ.
Ya Allah sesungghnya aku berlindung kepada-Mu dari azab jahanam dan azab kubur dan dari fitnah kehidupan dan kematian dari fitnah Al-Masih Ad-Dajal
12. Salam
-Ketika selesai sholat menolehlah ke kanan seraya mengucapkan:
السلام عليكم ورحمة الله.
Artinya: Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah dilimpahkan atas kalian
- Kemudian ke kiri seraya mengucapkan :
السلام عليكم ورحمة الله.
Artinya: : Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah dilimpahkan atas kalian
13. Tuma’ninah (tenang) pada semua amalan ini

Rukun-Rukun Sholat
1. Berdiri jika mampu
2. Takbirotul Ihrom
3. Membaca Al-Fatihah
4. Ruku’
5. Berdiri dari ruku’
6. Dua kali sujud
7. Duduk antara dua sujud
8. Duduk untuk tasyahud akhir
9. Membaca tasyahud akhir
10. Salam
11. Tuma’ninah (tenang)
12. Tertib/urut
Perhatian: Jika satu rukun ditinggalkan secara sengaja maka batal sholatnya dan jika ditinggalkan tanpa sengaja maka ia kerjakan rukun tersebut kemudian sujud sahwi

Wajib-Wajib Sholat

1. Seluruh takbir selain takbirotul ihrom
2. Membaca :
سبحان ربي العظيم
Maha suci Robku yang maha agung
3. Membaca :
سمع الله لمن حمده
Allah mendengar siapa yang memuji-Nya
4. Membaca :
ربنا لك الحمد
Wahai Robb kami bagi-Mulah segala puji
5. Membaca :
سبحان ربي الأعلى
Maha Suci Robku yang Maha Tinggi
6. Membaca :
ربي اغفرلي
Ya Robbku ampunilah aku
7. Duduk untuk tasyahud awal
8. Membaca tasyahud awal
Perhatian : Jika meninggalkan satu kewajiban dengan sengaja batal sholatnya sedang jika meninggalkan tanpa sengaja (lupa) tidak wajib mengerjakannya tetapi melakukan sujud sahwi


Sunnah-Sunnah Sholat
1. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri di dada
2. Membaca doa istiftah
3. Mengangkat kedua tangan untuk takbir
4. Membaca surat selain Al Fatihah
5. Berdoa setelah tasyahud akhir
6. Menunjuk dengan telunjuk ketika tasyahud
7. Mengeraskan bacaan bagi imam pada sholat jahriyah.
Hal-Hal Yang Membatalkan Sholat

1. Sengaja meninggalkan satu rukun atau kewajiban atau syarat dari syarat-syarat sholat
2. Batal wudhu’
3. Berbicara atau tertawa dengan sengaja
4. Makan atau minum dengan sengaja
5. gerakan berlebihan yang bukan termasuk sholat

Hal-Hal Yang Dibenci (Makruh) Pada Sholat

1. Mengangkat (pandangan) kedua mata ke langit, mengejamkanya atau melihat ke sekelilingnya
2. Gerakan yang tidak penting
3. Menahan kentut atau buang air (besar atau kecil)
4. Sholat dihadapan makanan yang menariknya
5. Sholat pada tempat-tempat yang terdapat gambar-gambar atau patung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar